Minggu, 20 Juli 2025

MATA PELAJARAN : INFORMATIKA

KELAS : VII (TUJUH) A, B, C dan D
GURU PENGAMPU : FENTRI ROMALFI, SE

WAKTU PEMBELAJARAN : Senin, 21 Juli 2025

ELEMEN : SISTEM KOMPUTER (SK)

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Pada akhir fase D, peserta didik mampu mendeskripsikan komponen, fungsi, dan cara kerja komputer yang membentuk sebuah sistem komputasi, serta menjelaskan proses dan penggunaan kodifikasi untuk penyimpanan data dalam memori komputer.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Peserta didik mampu memahami tentang perangkat keras komputer

2. Peserta didik mampu mengidentifikasi perangkat keras komputer

3. Peserta didik mampu menjelaskan perangkat keras komputer


MATERI PEMBELAJARAN

ARSITEKTUR KOMPUTER

1. PERANGKAT KERAS KOMPUTER & MACAM-MACAM PERANGKAT KERAS

Perangkat keras (Hardware) yaitu peralatan yang berbentuk fisik yang menjalankan sistem komputer. Hardware digunakan sebagai media untuk menjalankan perangkat lunak dan peralatan ini berfungsi untuk menjalankan instruksi-instruksi yang diberikan dan hasil keluarannya dalam bentuk informasi atau laporan.

Macam-macam Perangkat Keras Pada Komputer :

1. Peralatan Masukan (Input Device)
Input device sesuai adalah alat yang digunakan untuk memasukkan data atau instruksi kedalam komputer. Contoh peralatan masukan (input device) antara lain.
Mouse
Keyboard
Touchpad
Scanner
Lightpen
Barcode Reader
Joystick
Trackball
Webcam
Microphone
Floopy Disk Drive
CD Drive

2. Peralatan Pemroses (Process Device)
Process Device Merupakan alat yang digunakan untuk melaksanakan kumpulan instruksi yang akan ditujukan untuk menghasilkan suatu hasil tertentu yang dikehendaki. Alat pemroses pada komputer yaitu CPU (Central Processing Unit) bisa disebut juga dengan Processor. Processor merupakan otak dari komputer. CPU yang merupakan unit proses utama dan terpenting dalam komputer yang mengendalikan seluruh proses pengolahan data mulai dari membaca data dari peralatan input, mengolah atau memproses sampai pada mengeluarkan informasi (output) ke peralatan Output. 

3. Peralatan Keluaran (Output Device)
Output Device alat yang digunakan untuk menampilkan laporan atau informasi pengolahan dari input baik ditampilkan pada layar monitor maupun dicetak pada media lain. Berikut ini merupakan contoh alat output antara lain. 
Monitor
Printer
Plotter
Speaker
LCD Proyektor

4. Peralatan Penyimpanan (Storage Device)
Storage Device adalah media atau perangkat yang digunakan untuk menyimpan data, informasi instruksi, maupun program pada computer. Berikut ini merupakan contoh media penyimpanan data pada komputer yaitu.
Harddisk
Floopy Disk (Disket)
Compact Disk (CD) 
Digital Versatile Disk (DVD)
Flash Disk
Memory Card

5. Peralatan Tambahan (Periferal Device)
Periferal Device adalah perangkat tambahan yang dipasang untuk lebih mendayagunakan komputer. Perangkat ini ada yang digolongkan sebagai perangkat masukan, processor dan perangkat keluaran. Alat ini basanya berbentuk kartu (card) yang harus dipasang pada slot yang terletak di motherboard. Beberapa perangkat tambahan yang biasa digunakan antara lain NIC (Network Internet Card), Modem, Sound Card, Music card dan TV Card.

TUGAS

- Bacalah kembali materi pembelajaran dan pahami setiap materinya, apabila ada pertanyaan, ajukan kepada Guru!

KESIMPULAN

1. Peserta didik sudah mampu memahami tentang perangkat keras komputer

2. Peserta didik sudah mampu mengidentifikasi perangkat keras komputer

3. Peserta didik sudah mampu menjelaskan perangkat keras komputer


Senin, 19 Mei 2025

LATIHAN, PEMBAHASAN SOAL DAN KISI-KISI SUMATIF AKHIR TAHUN (SAT)

MATA PELAJARAN : INFORMATIKA

KELAS : VII (TUJUH) A-B-C-D
SEMESTER : GANJIL
PERTEMUAN KE : 13 (Tiga Belas)
GURU PENGAMPU : FENTRI ROMALFI, SE
WAKTU PEMBELAJARAN : 19 - 22  Mei 2025

ELEMEN : - ALGORITMA DAN FLOWCHART
- DAMPAK SOSIAL INFORMATIKA
- BERPIKIR KOMPUTASI

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)


Pada akhir fase D, peserta didik mampu mendeskripsikan komponen, fungsi, dan cara kerja komputer yang membentuk sebuah sistem komputasi, serta menjelaskan proses dan penggunaan kodifikasi untuk penyimpanan data dalam memori komputer.

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Peserta didik mampu memahami tentang materi yang telah dipelajari selama semester genap

2. Peserta didik mampu mengerjakan latihan soal


MATERI PEMBELAJARAN

- BAB 3, BAB 4 DAN BAB 5

LATIHAN DAN PEMBAHASAN SOAL-SOAL

- LATIHAN BUKU MODUL INFORMATIKA

https://docs.google.com/document/d/1jMbvNi634ScPu05d7EEy6dHhwsL95vvm/edit?usp=sharing&ouid=113256274405442458880&rtpof=true&sd=true

KISI-KISI SOAL ULANGAN SAT MAPEL INFORMATIKA

- Materi tentang Algoritma

- Materi tentang Flowchart

- Materi tentang Kolaborasi masyarakat digital

- Materi tentang berpikir komputasi

Kesimpulan :

Kegiatan pembelajaran pada hari ini dapat dsimpulkan bahwa peserta didik sudah mampu mempelajari materi algoritma dan flowchart, kolaborasi masyarakat digital dan berpikir komputasi. Peserta didik sudah mampu mengerjakan latihan soal dengan baik.


Sumber belajar/Referensi :


- Buku Modul Informatika Kelas 7


Demikianlah kegiatan pembelajaran diakhir semester genap ini, anak2 ku semuanya ayo persipakan diri kalian untuk mengikuti Ulangan Sumatif Akhir Tahun (SAT), jangan lupa belajar dengan baik dan sungguh-sungguh y nak.

Bapak akhiri Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Senin, 12 Mei 2025

BERPIKIR KOMPUTASI

MATA PELAJARAN : INFORMATIKA

KELAS : VII (TUJUH) A-B-C-D
SEMESTER : GENAP
PERTEMUAN KE : 12 (Dua Belas)
GURU PENGAMPU : FENTRI ROMALFI, SE
WAKTU PEMBELAJARAN :  13 - 15 Mei 2025

ELEMEN : BERPIKIR KOMPUTASI

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Pada akhir fase D, peserta didik mampu mendeskripsikan komponen, fungsi, dan cara kerja komputer yang membentuk sebuah sistem komputasi, serta menjelaskan proses dan penggunaan kodifikasi untuk penyimpanan data dalam memori komputer.

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Peserta didik mampu mengidentifikasi tentang konsep berpikir komputasi

2. Peserta didik mampu mengidentifikasi tentang karakteristik berpikir komputasi

3. Peserta didik mampu mengidentifikasi tentang manfaat berpikir komputasi

4.  Peserta didik mampu mengidentifikasi tentang persoalan berpikir komputasi


MATERI PEMBELAJARAN

1.1 Konsep Berpikir Komputasi

K

eterampilan berpikir merupakan keterampilan dalam menggabungkan sikap-sikap, pengetahuan, dan keterampilan-keterampilan yang memungkinkan seseorang untuk dapat membentuk lingkungannya agar lebih efektif. Keterampilan berpikir dapat dibedakan menjadi berpikir kritis dan berpikir kreatif. Berpikir komputasional atau computational thinking adalah metode untuk memecahkan masalah lewat penerapan ilmu informatika. Oleh karena itu, cara berpikir ini kerap dianggap sebagai cara para ilmuwan informatika berpikir. Pada dasarnya, berpikir komputasional merupakan formula untuk menyelesaikan masalah sehingga ditemukan jawaban atau solusi yang efektif. Menambahkan informasi tersebut, penyelesaian ini dimaksud agar solusinya bisa diakses manusia dan juga mesin. Ada empat tahapan berpikir komputasi yaitu sebagai berikut ini :



1.      Decompotition (Memecah Data)

Dekomposisi adalah suatu metode atau konsep yang berfungsi untuk menemukan solusi dari suatu permasalahan yang kompleks dan besar menjadi masalah yang lebih kecil. Apabila suatu permasalahan yang besar dan kompleks menjadi kecil, maka permasalahan tersebut mudah untuk diselesaikan. Bahkan, dekomposisi bisa digunakan untuk memudahkan kita dalam menemukan dan menerapkan sebuah inovasi. Misalnya, kita menjual suatu produk, kemudian agar produk itu diinovasi, maka kemungkinan besar produk tersebut akan laku terjual.

 

2.      Pattern Recognition (Pengenalan Pola)

Pengenalan Pola adalah kemampuan manusia mengenali objek-objek berdasarkan ciri-ciri dan pengetahuan yang pernah diamatinya dari objek-objek tersebut.Tujuan dari pengenalan Pola ini adalah mengklasifikasi dan mendeskripsikan pola tau objek kompleks melalui pengetahuan sifat-sifat atau ciri-ciri objek tersebut.

Pengenalan pola merupakan suatu metode yang memanfaatkan komputer yang digunakan untuk menemukan sebuah keteraturan yang ada di dalam data dan untuk mendapatkan informasi yang lebih penting agar bisa memahami tentang keteraturan yang sudah ditemukan. Pengenalan pola ini biasanya dilakukan ketika kita mengenali seseorang dari suara, wajah, bahkan pengenalan pola ini bisa digunakan untuk memprediksi cuaca. Pada suatu fenomena alam, sebenarnya pengenalan pola sudah bisa dilihat pada pola rotasi bumi, pola rasi bintang, pola pada daun, dan sebagainya.


4.      Abstraction (Generalisasi)


Abstraksi adalah suatu metode berpikir komputasional yang mengutamakan terhadap hal-hal yang berhubungan langsung dengan masalah yang sedang dihadapi. Selain itu, konsep abstraksi ini akan meninggalkan berbagai macam hal yang dianggap tidak bisa digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah.

1.2 Karakteristik Berpikir Komputasi

Karakteristik berpikir komputasi antara lain sebagai berikut.

1.      Mendasar Bukan Menghapal

Karakteristik pertama dari berpikir komputasional adalah mendasar bukan menghapal. Dalam hal ini, yang dimaksud mendasar adalah kemampuan. Setiap manusia yang sudah memiliki kemampuan mendasar, berarti dia sudah bisa memahami suatu hal dengan baik, sehingga akan mudah untuk menemukan solusi dalam suatu permasalahan. Bahkan, orang tersebut bisa mengembangkan solusi dari suatu pemecahan masalah.

Lain halnya, dengan seseorang yang memiliki kemampuan berdasarkan menghapal, kemungkinan besar akan sulit untuk menyelesaikan masalah karena tak menutup kemungkinan pemahaman terhadap suatu hal bisa saja lupa. Oleh sebab itu, seseorang yang sudah memiliki kemampuan mendasar dan sudah memahami suatu hal tanpa menghapal, maka bisa dikatakan orang tersebut sudah bisa berpikir komputasional.

 

2.      Sesuai dengan Konsep Bukan Pemrograman

Karakteristik kedua dari berpikir komputasional adalah sesuai dengan konsep bukan pemrograman. Dengan kata lain, komputer dan sains bukan hanya suatu pemograman komputer saja, tetapi kita harus bisa berpikir seperti orang yang sudah mahir dalam dunia komputer dan sains. Bahkan, sebaiknya kita juga memahami program-program yang ada di dalam komputer.

Pada karakteristik ini, seseorang harus terbiasa menggunakan program-program yang ada di dalam komputer sejak usia dini, sehingga akan mudah untuk memahami konsep berpikir komputasional. Selain itu, kita akan mahir dalam menjalankan pemrograman komputer lebih cepat. Apabila sudah mahir dalam menggunakan pemrograman komputer, maka kita akan mudah untuk mengikuti perkembangan zaman dan bisa beradaptasi dengan teknologi.

 

3.      Ide dan Bukan Benda

Karakteristik ketiga dari berpikir komputasional adalah lebih mengutamakan ide atau gagasan daripada benda. Dengan kata lain, dalam memecahkan suatu masalah yang sedang dihadapi, sebaiknya lebih mengutamakan untuk menggunakan konsep komputasional. Tidak hanya itu, ide atau gagasan ini, sebaiknya juga digunakan pada kegiatan sehari-hari, mengatur kehidupan sehari-hari, dan digunakan ketika melakukan interaksi sosial dengan orang lain.

Pada karakteristik ini, bisa dibilang jika konsep komputasional ini bisa dilatih agar terbiasa untuk menggunakannya. Hal ini perlu dilakukan karena konsep komputasional bisa memberikan banyak manfaat bagi kehidupan yang kita jalani. Tidak hanya itu, konsep komputasional bisa mengembangkan kemampuan kita dalam memahami suatu masalah, sehingga dapat menemukan solusi dari suatu masalah dengan mudah.

 

4.      Saling Melengkapi

Karakteristik keempat dari berpikir komputasional adalah saling melengkapi antara teknik dan matematis. Saling melengkapi bisa diartikan layaknya komputer sains yang sangat berhubungan dengan erat dengan berpikir matematis. Bukan hanya melengkapi saja, tetapi kita juga harus terbiasa untuk mengombinasikan antara pemikiran matematis dengan pemikiran teknis.

Ketika melengkapi dan mengombinasikan pemikiran matematis dan pemikiran teknik, maka secara tidak langsung kita sudah bisa membedakan berbagai macam hal yang dapat menguntungkan atau merugikan diri kita. Selain itu, kita akan mudah mengerjakan suatu hal yang sangat berkaitan dengan matematis, seperti membangun suatu bangunan yang dilakukan oleh seorang insinyur atau arsitek.

 

5.      Harus Mampu Mengoperasikan Komputer


Karakteristik kelima dari berpikir komputasional adalah harus mampu mengoperasikan komputer. Seperti yang kita tahu bahwa berpikir komputasional diadopsi dari teknologi ilmu komputer, sehingga sudah semestinya bagi manusia untuk bisa mengoperasikan komputer. Terlebih lagi di zaman modern ini memang sudah seharusnya bagi setiap individu untuk mengoperasikan komputer.

Jika, sudah bisa mengoperasikan komputer, maka kita akan mudah untuk bekerja di bidang apa saja. Secara sederhana, kemahiran dalam mengoperasikan komputer, kita memiliki banyak pilihan untuk meneruskan karir, seperti pada bidang hukum, kesehatan, pendidikan, bisnis, hingga kesenian.

 

6.      Bisa Digunakan Siapa Saja dan di Mana Saja

Karakteristik keenam dari berpikir komputasional adalah bisa digunakan siapa saja dan di mana saja. Dengan kata lian, berpikir komputasional bisa muncul oleh setiap orang tak terkecuali diri kamu dan berpikir komputasional bisa digunakan di mana saja, seperti sekolah, rumah, kantor, dan  lain-lain. Bahkan, lebih baik lagi jika menggunakan konsep berpikir komputasional pada setiap kegiatan yang kita lakukan.

Pola berpikir komputasional baru bisa terwujud dengan baik, jika bertemu dengan usaha nyata manusia yang kemudian berubah menjadi suatu hal filosofi dan eksplisit. Singkatnya, usaha atau tindakan dan pola berpikir komputasional harus terjalin dengan baik, sehingga suatu masalah dapat dipecahkan atau diselesaikan dengan baik juga.

 

7.      Menerapkan Cara Manusia Berpikir Bukan Cara Komputer Berpikir

Karakteristik ketujuh dari berpikir komputasional adalah menerapkan cara manusia berpikir bukan cara komputer berpikir. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jika berpikir komputasional adalah suatu metode atau cara seseorang untuk menyelesaikan atau memecahkan masalah. Oleh karena itu, setiap manusia harus menggunakan cara berpikirnya sendiri bukan mengikuti cara berpikir komputer.

Pada karakteristik ini, seharusnya seseorang mulai menyadari bahwa dirinya memiliki kemampuan yang lebih hebat daripada komputer. Maka dari itu, dalam memecahkan suatu permasalahan, manusia harus sadar bahwa komputer itu dikendalikan oleh manusia bukan manusia yang dikendalikan oleh komputer. Dengan menyadari hal seperti itu, maka suatu permasalahan akan mudah untuk diselesaikan atau dipecahkan.

 

8.      Bersifat Menantang Dalam Sudut Pandang Intelektual

Karakteristik kedelapan dari berpikir komputasional adalah bersifat menantang dalam sudut pandang intelektual. Pada karakteristik ini, seseorang yang berpikir komputasional akan berusaha semaksimal mungkin dalam memahami dan menyelesaikan suatu masalah saintifik. Dengan kata lain, dengan berpikir komputasional, maka rasa ingin tahu dan kreativitas yang kita miliki menjadi terasah dengan baik. Apabila rasa ingin tahu dan kreativitas sudah berkembang, maka ide dan gagasan untuk melakukan suatu hal atau memecahkan masalah akan berkembang juga. Selain itu, wawasan yang kita miliki dengan kehadiran sebuah rasa ingin tahu, bahkan kita juga mampu berpikir kreatif, sehingga tak akan pernah kehabisan ide atau gagasan.

 

TUGAS

- LITERASI

- LKPD BAB 5

- PR LATIHAN SOAL BAB 5

Kesimpulan :

Kegiatan pembelajaran pada hari ini dapat dsimpulkan bahwa peserta didik mampu memahami tentang konsep, karakteristik, manfaat dan persoalan berpikir komputasi..

Sumber belajar/Referensi :


- Buku Modul Informatika Kelas 7

Materi minggu depan adalah Latihan dan pembahasan soal, kisi-kisi Ulangan SAT.

 Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Senin, 05 Mei 2025

KOLABORASI MASYARAKAT DIGITAL

MATA PELAJARAN : INFORMATIKA

KELAS : VII (TUJUH) A-B-C-D
SEMESTER : GANJIL
PERTEMUAN KE : 11 (Sebelas)
GURU PENGAMPU : FENTRI ROMALFI, SE
WAKTU PEMBELAJARAN :  05 Mei 2025

ELEMEN : DAMPAK SOSIAL INFORMATIKA

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Pada akhir fase D, peserta didik mampu mendeskripsikan komponen, fungsi, dan cara kerja komputer yang membentuk sebuah sistem komputasi, serta menjelaskan proses dan penggunaan kodifikasi untuk penyimpanan data dalam memori komputer.

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Peserta didik mampu memahami tentang masyarakat digital

2. Peserta didik mampu mengidentifikasi tentang konsep kolaborasi masyarakat digital

3. Peserta didik mampu mengidentifikasi tentang paltform masyarakat digital


MATERI PEMBELAJARAN

4.1 Konsep Kolaborasi Masyarakat Digital

S

ecara etimologi, collaborative berasal dari kata co dan labor yang mengandung makna sebagai penyatuan tenaga atau peningkatan kemampuan yang dimanfaatkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan atau yang telah disepakati bersama. Selanjutnya, kata kolaborasi sering kali digunakan untuk menjelaskan proses penyelesaian pekerjaan yang bersifat lintas batas, lintas sektor, lintas hubungan (O’Leary, 2010), ataupun lintas organisasi bahkan lintas negara sekalipun. Adapun secara terminologi kolaborasi mengandung makna yang sangat umum dan luas yang mendeskripsikan adanya situasi tentang terjadinya kerja sama antara dua orang ataupun institusi atau lebih yang saling memahami permasalahan masing-masing secara bersama-sama dan berusaha untuk saling membantu memecahkan permasalahan masing-masing secara bersama-sama pula. Bahkan secara lebih spesifik, kolaborasi merupakan kerja sama yang intensif untuk menanggulangi permasalahan kedua pihak secara bersamaan.

(sumber : https://medhyhidayat.com/teknologi-dan-manusia-di-era-digital/)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Kolaborasi adalah kerja sama sedangkan digital berarti berhubungan dengan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu (yang terkomputerisasi). Konsep kolaborasi digital saat ini semakin berkembang sejalan dengan semakin canggihnya teknologi. Kolaborasi digital sendiri, secara konsep dapat diartikan sebagai suatu kerjasama untuk berbagi informasi dan menghasilkan tujuan bersama. Jadi konsep ini memungkinkan penggabungan beberapa industri sekaligus. Beberapa pelaku industri dengan menggunakan sebuah teknologi, misalnya aplikasi atau perangkat lain yang berkaitan dengan teknologi untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan masing-masing. Contoh dari kolaborasi digital adalah:

·       Penjual produk mengiklankan produknya di marketplace, kemudian ketika ada pembeli maka diantar oleh jasa transportasi online.

·       Seorang marketing memasarkan produknya di dunia maya dan berbagi data cara menjual dan data penjualan dengan orang lain di daerah lainnya.

 4.2 Platform Masyarakat Digital

Saat ini, orang sudah banyak yang menggunakan cara digital marketing untuk melakukan promosi terhadap usaha yang sedang dijalani. Terlebih sudah banyak pengguna yang melakukan transaksi jual beli melalui platform digital, karena dinilai lebih efektif dan efisien. Pengguna internet di Indonesia yang setiap tahunnya selalu bertambah menjadi peluang bagi pengusaha untuk memasarkan usaha mereka kepada pengguna internet dengan sangat mudah. Berikut ini merupakan platform digital yang sering digunakan oleh pengusaha untuk kegiatan digital marketing :

 

1.      Website

Website merupakan tempat pertama untuk mencari sebuah informasi. Pemilik bisnis biasanya melakukan proses marketing melalui tulisan berupa informasi yang disisipi promosi. Banyak para pelaku usaha yang menggunakan website sebagai branding, agar bisnisnya dijangkau oleh banyak orang.

 

2.      Facebook

Facebook merupakan salah satu aplikasi yang memiliki pengguna terbesar dibandingkan dengan aplikasi lainnya. Banyak dari pengusaha yang memasarkan produk melalui facebook karena jangkauan pasarnya sangat luas. Pengguna (user) facebook tidak hanya untuk mengupdate status, tetapi juga mencari informasi atau rekomendasi sebuah produk. Adanya  fitur untuk iklan pada facebook, membuat penggunanya bisa dengan mudah memasang iklan di Facebook.

 


3.      Youtube

Youtube merupakan salah satu platform atau aplikasi yang sering diakses banyak orang. Biasanya orang mengakses youtube untuk mencari hiburan, belajar, dan manfaatnya untuk pengusaha sebagai salah satu platform untuk memasang iklan. Membuat iklan untuk ditampilkan di youtube membutuhkan ilmu atau keahlian tersendiri yang harus dipelajari. Membuat konten iklan harus yang berkualitas supaya bisa menarik para pelanggan atau pengguna youtube untuk mengunjungi produk yang diiklankan.

 

4.      Whatsapp

Aplikasi Wahtsapp sudah memiliki dua tipe yang berbeda, yaitu whatsapp (untuk pribadi) dan whatsapp business (untuk orang yang memiliki usaha). Whatsapp business sendiri hampir sama dengan whatsapp biasa, bedanya adalah whatsapp business dibuat untuk Anda yang memiliki usaha. Fitur-fitur yang disediakan juga memudahkan para pengusaha mudah dalam melayani pelanggan. Seperti fitur balas cepat yang ditampilkan apabila pelanggan melakukan chat pertama kali kepada Anda. Saat Anda sibuk dengan urusan lain, fitur balas cepat ini akan membantu untuk Anda tetap bisa merespon pelanggan

 

5.      Instagram

Instagram adalah platform yang sering digunakan untuk kegiatan digital marketing. Indonesia menempati urutan keempat sebagai negara dengan pengguna instagram terbesar di dunia. Hal itu mendorong para pengusaha untuk membuat promosi usaha melalui  media instagram tersebut. Di instagram, iklan yang banyak ditampilkan adalah berupa foto atau video. Di Instagram tidak hanya bisa memasarkan produk yang dijual saja, tetapi bisa memperlihatkan video proses dibuatnya produk supaya menarik kepercayaan para pelanggan.

 

6.      LINE

LINE sebagai perusahaan pesan instan, telah membuat sebuah kemajuan untuk mendukung para pengusaha yang ingin memasarkan produk lebih luas lagi. Salah satunya dengan fitur Business contact yang memberikan manfaat untuk memudahkan pengguna LINE dengan penjual berkomunikasi secara real time. Dengan menggunakan LINE, bisa dengan mudah melakukan pesan broadcast kepada setiap kontak pelanggan tentang produk yang dijual, masukkan tambahan foto atau gambar yang bisa menarik pelanggan pada produk Anda.

 

7.      Tik Tok

TikTok merupakan platform digital marketing paling Trending saat ini. Pengguna TikTok di Indonesia sangatlah banyak, karena itu banyak pemilik usaha yang melakukan kegiatan pemasaran di platform ini. Saat ini TikTok juga sudah memiliki fitur iklan, bentuk promosinya berupa video singkat dengan musik khas anak milenial, karena itu strategi ini dianggap sangat efektif untuk melakukan kegiatan marketing.


Kesimpulan :

Kegiatan pembelajaran pada hari ini dapat dsimpulkan bahwa peserta didik mampu memahami tentang KOLABORASI DALAM MASYARAKAT DIGITAL.

Tugas Mandiri :

ABSEN DI KOLOM KOMENTAR BLOG INI KETIK NAMA DAN KELAS 

- Latihan Soal di Buku Modul TIK BAB 4, HALAMAN 88 - 90 (PILIHAN GANDA DAN ESSAY), DIKOREKSI PADA SAAT MASUK SEKOLAH


Sumber belajar/Referensi :


- Buku Modul Informatika Kelas 7

Materi minggu depan adalah Penerapan masyarakat digital melalui Platform Digital.

 Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  IDENTITAS A.        Nama Guru                    : Fentri Romalfi B.        Mata Pelajaran                : Informatika C.        Ha...